Kehidupan Woody, Burung Pelatuk di Dunia Nyata

Kehidupan Woody, Burung Pelatuk di Dunia Nyata – Kamu tahu kartun Woody wood packer? Ya kartun berupa hewan burung yang memiliki bunyi ketawa yang unik tersebut memang sangat terkenal dan digemari oleh banyak orang khususnya anak-anak.

Sebenarnya tokoh kartun tersebut merupakan burung pelatuk yang dikenal memiliki kebiasaan mematuk kayu yang sebagai batang pohon sehingga meninggalkan tanda berupa lubang-lubang kecil yang mencirikan keberadaan burung tersebut.

burung platuk

Burung pelatuk mematuk kayu batang pohon tersebut dimaksudkan untuk menemukan serangga serangga kecil yang ada di dalamnya untuk kemudian dimakan, karena serangga-serangga tersebut merupakan makanan bagi burung pelatuk.

Burung tersebut selain dilengkapi dengan paruh juga memiliki lidah yang sangat panjang dan mampu membuat mangsanya menempel pada ujung lidah burung tersebut sehingga hewan yang berada diantara celah kayu dapat mudah ditangkapnya.

Terbentuknya lubang pada kayu pohon disebabkan oleh paruh dari burung pelatuk yang sangat kuat dan runcing sehingga mampu menembus batang kayu pohon tersebut dan menemukan seranga-serangga yang berada dicelah-celah kayu pohon tersebut.

Keberadaan burung pelatuk sangatlah banyak dan beragam yaitu hampir mencapai lebih dari 180 spesies dan hampir tersebar diseluruh belahan dunia.

Selain kemampuannya dalam memahat kayu pohon, burung pelatuk juga ternyata memiliki keunikan lain yaitu terdapat dua jari didepan kaki dan di belakang kakinya serta terdapat cakar yang sangat tajam pada masing- masing jarinya tersebut.

Hal ini ternyata yang membuat mereka mampu memanjat pohon hingga mencapai puncaknya dan menjaga keseimbangan burung tersebut saat memanjat pohon sambil menegakkan tubuhnya untuk mematuk pohon.

Selain itu kebiasaanya mematuk pohon ternyata buhan hanya untuk mencari serangga yang merupakan makanannya melainkan juga sebagi penanda dan cara berkomunikasi dengan burung pelatuk lainnya terutama saat musim kawin tiba.

Saat musim kawin dan berkembang biak, burung pelatuk betina mampu menghasilkan telur rata- rata empat butir dan disimpannya didalam sarang yang dibuat didalam rongga pohon kemudian telur-telur tersebut akan menetas selama setelah dua minggu.

Demi menjaga anak burung pelatuk tersebut antara burung jantan dan betina salking bergantian untuk mencari makan dan menjaga anak- anak mereka agar tidak dimangsa oleh hewan predator. Selain seranggga burung ini juga memakan biji-bijian dan kacang- kacangan. Burung pelatuk memiliki warna yang beragam dan indah bergantung pada jenis spesiesnya.

Baca Juga : Brokoli dan Beberapa Manfaatnya untuk Kesehatan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *